Surabaya — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak positif di lingkungan sekolah. Sejumlah sekolah yang telah menjalankan program ini melaporkan perubahan perilaku siswa, terutama meningkatnya keceriaan, semangat hadir ke sekolah, serta interaksi sosial yang lebih hangat di antara anak-anak.
Program MBG yang menyediakan makan siang bergizi secara gratis bagi peserta didik tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan di sekolah. Momen makan siang kini menjadi waktu yang dinanti oleh siswa untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat pertemanan.
Anak Lebih Betah dan Antusias ke Sekolah
Guru dan tenaga pendidik mengungkapkan bahwa sejak program MBG diterapkan, kehadiran siswa menjadi lebih stabil. Anak-anak terlihat lebih antusias mengikuti kegiatan belajar karena merasa kebutuhan dasarnya terpenuhi.
“Sekarang anak-anak lebih semangat datang ke sekolah. Mereka senang karena bisa makan bersama teman-temannya. Suasana sekolah jadi lebih hidup,” ujar salah satu guru sekolah dasar.
Selain itu, siswa tampak lebih fokus saat pembelajaran berlangsung. Asupan gizi yang cukup dinilai membantu meningkatkan konsentrasi dan energi anak selama berada di sekolah.
Makan Siang Jadi Ruang Kebersamaan
Salah satu perubahan paling terasa terlihat saat jam makan siang. Anak-anak duduk bersama, saling berbagi makanan, dan berinteraksi tanpa sekat. Kebiasaan ini dinilai memperkuat nilai kebersamaan, empati, dan toleransi sejak usia dini.
“Anak-anak jadi lebih akrab. Mereka belajar antre, berbagi, dan menghargai teman. Ini bukan sekadar makan, tapi juga pendidikan karakter,” kata kepala sekolah di salah satu daerah pelaksana MBG.
Bagi sebagian siswa, program ini juga mengurangi rasa minder dan perbedaan sosial, karena semua anak mendapatkan menu yang sama tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Orang Tua Sambut Positif
Para orang tua menyambut baik program MBG. Selain membantu pemenuhan gizi anak, program ini juga meringankan beban ekonomi keluarga serta memberikan rasa tenang karena anak mendapat makanan sehat selama di sekolah.
“Anak saya sekarang lebih ceria dan jarang mengeluh lapar. Pulang sekolah juga ceritanya selalu tentang makan siang bareng teman,” ujar salah satu orang tua murid.
Dukung Lingkungan Belajar yang Sehat
Pengamat pendidikan menilai MBG memiliki dampak jangka panjang terhadap pembentukan lingkungan belajar yang sehat dan inklusif. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang tumbuh sosial dan emosional bagi anak.
Program ini diharapkan terus dikembangkan dan dijalankan secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh siswa di berbagai daerah.
Dengan suasana sekolah yang lebih ceria, anak-anak yang lebih betah belajar, serta kebersamaan yang terbangun sejak dini, program MBG dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.











